
Peran saya dalam uprak drama kali ini adalah sebagai scriptwriter. Saya sangat bersyukur karena mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian penting dalam proyek ini. Menjadi scriptwriter bukan hanya tentang menulis dialog atau menyusun alur cerita, tetapi juga memikul tanggung jawab besar terhadap keseluruhan jalannya pertunjukan. Dari peran ini, saya belajar banyak hal baru, terutama tentang tanggung jawab, konsistensi, dan kerja sama.
Pada awalnya, saya bahkan tidak mengetahui secara mendalam siapa sebenarnya Pater Beek. Namun, sebagai scriptwriter, saya tidak bisa bersikap setengah-setengah. Saya mulai mencari tahu kisah hidup beliau melalui membaca buku biografinya dan mencari berbagai informasi di internet. Proses tersebut tidak selalu mudah karena informasi yang tersedia cukup terbatas. Justru keterbatasan itulah yang menjadi tantangan tersendiri. Saya harus benar-benar memahami konteks sejarahnya, menyaring informasi, lalu mengolahnya menjadi adegan yang tetap menarik tetapi tidak keluar dari fakta yang ada. Dari situ, saya menyadari bahwa Pater Beek merupakan sosok yang cukup misterius dan kompleks, sehingga penulisan naskah ini benar-benar mengasah cara berpikir saya.
Proses pengerjaan naskah dimulai sejak bulan September. Selama berbulan-bulan itu, saya merasakan banyak dinamika. Saya sangat bersyukur memiliki teman-teman satu sie yang pengertian dan mau bekerja sama. Kami sering berdiskusi panjang, saling memberi masukan, dan tidak jarang berbeda pendapat. Terkadang ada tekanan karena banyaknya revisi dan tanggung jawab yang cukup besar, tetapi semua itu terasa lebih ringan karena kami menjalaninya bersama. Saya benar-benar merasa bahagia selama proses tersebut. Kebersamaan kami bukan hanya soal menyelesaikan tugas, tetapi juga membangun momen-momen yang menyenangkan. Saya menikmati setiap prosesnya, dari yang serius sampai yang penuh canda.
Selain menjadi scriptwriter, saya juga berperan sebagai dancer, dan itu menjadi salah satu bagian yang paling saya nikmati. Saya sangat happy bisa ikut menari, apalagi dengan lagu “Payung Fantasi”. Setiap kali lagu itu diputar saat latihan, suasana langsung berubah menjadi penuh semangat. Saya menikmati setiap gerakan dan kebersamaan di atas panggung bersama teman-teman. Rasanya menyenangkan bisa mengekspresikan cerita bukan hanya lewat tulisan, tetapi juga lewat tarian. Perpaduan antara menjadi penulis naskah dan penari membuat pengalaman uprak ini terasa jauh lebih lengkap dan berkesan bagi saya.
Yang paling tidak saya sangka adalah bagaimana waktu berjalan begitu cepat. Dari mulai mengerjakan naskah pada bulan September hingga akhirnya tampil pada bulan Februari, semuanya terasa seperti satu kedipan mata. Berbulan-bulan latihan, revisi, dan persiapan ternyata berlalu tanpa terasa. Ketika hari penampilan tiba, saya merasakan campuran antara bangga, haru, dan tidak percaya bahwa perjalanan panjang itu sudah sampai di puncaknya.
Dari seluruh pengalaman ini, saya belajar bahwa karya yang baik lahir dari proses yang tidak mudah. Peran ini tidak hanya mengasah kemampuan menulis saya, tetapi juga melatih kesabaran, komunikasi, dan komitmen dalam bekerja sebagai satu tim. Lebih dari itu, pengalaman ini memberi saya kebahagiaan serta kenangan yang akan selalu saya ingat.

















No responses yet