Josephus Gerardus Beek atau yang biasa dikenal sebagai Pater Beek adalah seorang Imam Katolik yang berperan sangat penting dan berpengaruh dalam dunia pendidikan dan pembinaan kaum muda Katolik di Indonesia. Pater Beek datang ke Indonesia sebagai misionaris dan pendidik. Ia dikenal aktif dalam membina siswa-siswa di sekolah Katolik, khususnya di sekolah Kanisius. Fokus utama dalam pengajarannya adalah pembentukan karakter, kedisplinan, iman, dan loyalitas.
Bagian yang menarik adalah ketika Pater Beek aktif dalam membina kaum muda dan siswa Katolik di Indonesia, bagian ini menarik karena pada masa itu, Pater Beek menunjukkan komitmen terhadap pembentukan karakter dan iman. Ia tidak hanya berperan sebagai guru atau imam, tetapi juga sebagai pembimbing hidup yang membentuk mental, spiritual dan cara berpikir murid-muridnya. Namun, hidupnya tidak sepanjangnya berjalan mulus, Ia selalu menjalani ketegangan dan kontroversi. Dari situ, Pater Beek juga berperan besar dalam perpindahan dari Orde Lama ke Orde baru dan membimbing revolusi negara ini.
Bagian lain yang menarik adalah pada saat Pater Beek ingin dieksekusi oleh tantara Jepang, tetapi beliau tetap teguh mempertahankan imannya dan akhirnya diselamatkan secara tak terduga. Bagian ini menarik karena memperlihatkan keteguhan iman, keberanian dan penyerahan diri total pada Tuhan.
Nilai Vinsensian yang menonjol dari karakter Pater Beek adalah Penyelamatan Jiwa Jiwa dimana Pater Beek mencurahkan seluruh hidupnya untuk mewartakan injil dan melayani dengan sepenuh hati. Pater Beek juga menunjukkan nilai kerendahan hati, dari kata-kata “Non nobis Domine, sed nomini tuo da gloriam” yang artinya “Bukan bagi kami, ya Tuhan, tetapi bagi nama-Mu lah berikan kemuliaan.” Pater Beek tidak mencari pujian atau kekuasaan, dan tidak mementingkan kepentingan dirinya sendiri.
Dalam proyek uprak ini , saya berperan sebagai sie properti dan kostum. Dalam menjadi sie property, saya hampir setiap hari bertukang dan berurusan dengan kayu dan pipa, membuat laci serta properti lainnya agar drama dapat berjalan dengan baik dan lancar. Sebagai sie properti, saya juga agak kesusahan dalam mengatur properti saat keluar masuknya di panggung. Namun saya tetap dapat menjalaninya dengan baik.
Sebagai sie kostum, saya menjalani banyak sekali tantangan dan rintangan, terutama saya hampir men CO semua kostum yang ada dan saya awalnya lumayan kebingungan karena banyak toko di online shop kurang merespons dan terkadang banyak yang ratingnya jelek-jelek, sehingga harus pandai memindai toko-toko yang ada agar barang yang datang sesuai. Namun, dari pengalaman ini, saya belajar untuk lebih sabar, bertanggung jawab dan kreatif dalam mencapai solusi untuk keberhasilan bersama di kelas XIIA4.

















No responses yet