
Behind The Scene Uprak Umum XII A4: Cerita di Balik Panggung Pater Beek
Kesuksesan pementasan uprak umum kelas XII A4 yang mengangkat kisah Pater Beek tentu tidak terjadi begitu saja. Di balik jalannya pertunjukan yang terlihat lancar dan penuh penghayatan, terdapat proses panjang yang dipenuhi tantangan, kerja keras, dan kolaborasi antaranggota kelas.
Dalam pementasan ini, saya memegang dua peran sekaligus: sebagai sie perlengkapan (perkap) dan sebagai aktor. Sejak tahap awal persiapan, kami sudah menyadari bahwa waktu yang tersedia cukup terbatas, sementara kebutuhan properti untuk menunjang cerita cukup banyak. Sebagai bagian dari tim perkap, saya bertanggung jawab memastikan setiap perlengkapan tersedia, siap digunakan, serta sesuai dengan kebutuhan tiap adegan.
Tugas tersebut menuntut ketelitian dan kesiapan ekstra. Kami harus mencatat daftar properti, menyiapkannya satu per satu, hingga memastikan semuanya dalam kondisi baik sebelum digunakan. Tidak jarang ada perlengkapan yang perlu diganti atau diperbaiki agar sesuai dengan konsep panggung dan tidak menghambat jalannya pementasan. Menjelang hari H, tekanan semakin terasa karena semuanya harus benar-benar siap. Namun dari situ saya belajar pentingnya tanggung jawab, koordinasi, dan kerja sama tim.

Di sisi lain, sebagai aktor saya juga memiliki tanggung jawab besar di atas panggung. Saya harus memahami karakter yang diperankan, menghafal dialog, dan membawakan peran dengan penuh penghayatan. Selain itu, terdapat bagian tari yang menjadi bagian dari peran saya, sehing
ga saya perlu berlatih gerakan agar selaras dengan alur cerita dan emosi yang ingin disampaikan. Sering kali setelah menyelesaikan urusan perlengkapan, saya langsung mengikuti latihan adegan. Kondisi ini melatih saya untuk mengatur waktu dengan baik dan men
jaga stamina agar tetap optimal.
Saat hari pementasan tiba, semua usaha yang telah dilakukan akhirnya terbayar. Melihat seluruh perlengkapan tertata rapi dan berfungsi dengan baik, lalu dapat tampil di atas panggung dengan maksimal, memberikan kepuasan tersendiri. Tepuk tangan penonton menjadi momen yang sangat membahagiakan sekaligus menjadi bukti bahwa kerja keras kami tidak sia-sia.
Pengalaman ini bukan hanya tentang sebuah pertunjukan, melainkan tentang proses belajar yang berharga. Saya belajar bahwa keberhasilan sebuah karya tidak hanya ditentukan oleh apa yang terlihat di atas panggung, tetapi juga oleh dedikasi dan kerja keras di balik layar. Uprak Pater Beek menjadi pengalaman yang mengajarkan arti komitmen, kebersamaan, dan totalitas dalam berkarya.

















No responses yet