
Tokoh uprak yang diperankan oleh kelas kami adalah Pater Beek. Setelah mempelajari dan menampilkan kisah hidup beliau, saya mendapatkan banyak pelajaran berharga mengenai iman, pengorbanan, dan semangat pelayanan terhadap sesama. Melalui kegiatan uprak ini, saya tidak hanya memahami kisah hidup tokoh tersebut, tetapi juga belajar merefleksikan nilai-nilai kehidupan yang dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagian hidup yang paling menarik dari tokoh Pater Beek menurut saya adalah ketika beliau ditangkap oleh tentara Jepang dan berada dalam ancaman hukuman mati. Pada situasi yang sangat menegangkan dan berbahaya tersebut, Pater Beek tetap menunjukkan ketenangan dan keteguhan iman. Ia tidak menunjukkan rasa takut yang berlebihan, melainkan menghadapi situasi
tersebut dengan penuh kepercayaan kepada Tuhan. Sikap ini sangat menginspirasi saya karena dalam kondisi sulit sekalipun, beliau tetap berpegang pada iman dan menyerahkan hidupnya kepada kehendak Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa iman yang kuat mampu memberikan ketenangan hati dalam menghadapi cobaan sebesar apa pun. Dari peristiwa tersebut, saya belajar bahwa dalam kehidupan sehari-hari, ketika menghadapi masalah atau tekanan, kita harus tetap percaya kepada Tuhan dan berusaha menghadapi semuanya dengan sikap yang tenang dan penuh harapan. Dari kisah hidup Pater Beek, terdapat beberapa keutamaan Vincentian yang sangat menonjol.
Dua keutamaan yang menurut saya paling terlihat adalah semangat penyelamatan jiwa-jiwa dan matiraga atau penyangkalan diri. Keutamaan penyelamatan jiwa-jiwa terlihat dari dedikasi Pater Beek dalam mendidik dan membimbing para siswa seminari. Ia tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, iman, dan moral para muridnya agar mereka dapat menjadi pribadi yang baik dan mampu melayani sesama. Ia menunjukkan bahwa seorang pendidik tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga membimbing dan menjadi teladan bagi murid-muridnya.
Keutamaan kedua yaitu matiraga atau penyangkalan diri juga terlihat jelas dalam kehidupan Pater Beek. Ia rela menghadapi penderitaan, ancaman, dan kesulitan demi menjalankan panggilannya. Ketika ditangkap oleh tentara Jepang dan menghadapi kemungkinan dihukum
mati, ia tetap tegar dan tidak meninggalkan imannya. Ia percaya bahwa semua yang terjadi merupakan bagian dari rencana Tuhan dan salib yang harus dipikul dengan penuh ketabahan.
Dari keutamaan ini, saya belajar bahwa menjadi pribadi yang baik membutuhkan pengorbanan, kesabaran, dan kemampuan untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Dalam proyek kolaborasi uprak ini, saya memiliki dua peran. Peran pertama adalah sebagai tokoh mahasiswa yang bersikap arogan dan menyampaikan aspirasi kepada Pater Beek terkait
situasi negara pada masa itu. Melalui peran ini, saya belajar memahami sudut pandang generasimuda yang memiliki semangat tinggi, tetapi terkadang kurang bijaksana dalam menyampaikan pendapat. Dengan memerankan tokoh tersebut, saya menyadari bahwa keberanian menyampaikan aspirasi memang penting, tetapi harus disertai dengan sikap hormat, kerendahan hati, dan kebijaksanaan. Dari interaksi tokoh mahasiswa dengan Pater Beek, saya juga belajar bahwa seorang pemimpin atau pembimbing harus mampu menghadapi kritik dan aspirasi dengan sikap sabar serta memberikan arahan yang baik. Pengalaman memerankan tokoh ini membantu saya untuk lebih memahami pentingnya mengontrol emosi dan menyampaikan pendapat dengan cara yang baik dan sopan. Peran kedua saya adalah sebagai sie perlengkapan dan dekorasi. Dalam tugas ini, saya membantu membuat berbagai properti seperti penjara, pagar, laci, dan rak buku yang digunakan dalam pementasan. Melalui peran ini, saya belajar mengenai pentingnya kerja sama, tanggung jawab, dan komunikasi dalam sebuah tim. Proses pembuatan properti membutuhkan perencanaan, pembagian tugas, serta kerja sama yang baik agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan pementasan. Saya dan teman-teman saling berdiskusi untuk menentukan ide, memilihbahan, dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Pengalaman ini membuat saya menyadari bahwa keberhasilan sebuah pementasan tidak hanya ditentukan oleh para pemain di panggung, tetapi juga oleh kerja keras tim di balik layar.Selain itu, saya juga belajar untuk lebih menghargai peran setiap anggota tim. Setiap orang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing yang sama pentingnya. Dalam proses kerjatersebut, hubungan saya dengan teman-teman menjadi semakin erat karena kami saling membantu dan mendukung satu sama lain. Saya juga belajar untuk lebih sabar dan teliti dalammenyelesaikan tugas, karena pembuatan properti membutuhkan ketelitian agar terlihat realistis dan mendukung jalannya cerita. Melalui proyek uprak ini, saya mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran yang berharga. Saya belajar mengenai nilai iman, pengorbanan, kerja sama, serta tanggung jawab. Kisah hidup Pater Beek memberikan inspirasi bagi saya untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan hidup. Saya juga belajar bahwa setiap peran, sekecil apa pun, memiliki arti penting dalam mencapai tujuan bersama. Pengalaman ini mendorong saya untukterus mengembangkan sikap kerjasama, kerendahan hati, serta semangat melayani sesama dalam kehidupan sehari-hari.

















No responses yet