Dalam Uprak ini saya memiliki banyak peran yang tentu menjadi tantangan bagi saya
untuk dapat memainkan semua peran itu dengan baik. Pada saat saya menjadi anak seminari, saya
harus bisa menunjukkan hati yang ceria dan takut saat ada tentara kempetai yang tiba-tiba datang.
Scene ke 4 pada saat saya menjadi biro dokumentasi, saya harus bisa menunjukkan emosi yang
tepat pada saat marah.
Saya juga memiliki scene payung fantasi dimana saya menyanyi dengan nada tenor. Waktu
latihan yang saya korbankan demi bisa bernyanyi sangat banyak, dan dibutuhkan Latihan yang
rutin agar saya bisa bernyanyi dengan teman-teman yang lain dengan sempurna sehingga suara
yang didengarkan bisa bagus di telinga pendengar.
Kelas saya juga terus melatih sepulang sekolah, dan mengulang-ngulang scene hingga
penampilan bisa sempurna dan tanpa ada kesalahan. Baik dari kostum yang harus bergantian,
pemindahan perlengkapan setiap scene, dan lainnya.
Dalam uprak ini saya belajar kalau saya harus tetap teguh, dan memberikan usaha
semaksimal mungkin demi kebaikan bersama

















No responses yet