Persiapan Dibalik Layar Pertandingan Mahjong dan Kuliner Bersama A4

25 September menjadi hari yang seru dan berkesan bagi kelas kami. Laoshi Budi mengadakan pertandingan mahjong semifinal. Pesertanya adalah perwakilan dari tiap kelompok yang sebelumnya telah lolos dari babak kualifikasi antaranggota kelompok. Selain pertandingan tersebut, anggota kelompok yang tidak lolos babak kualifikasi mendapat tugas lain yang disebut sebagai tugas Side Quest. Satu kelas diminta untuk memasak makanan ringan dan minuman khas dari daerah tertentu. Kelas XII-A4 mendapatkan daerah Taiwan, sehingga kami memutuskan untuk membuat Shihlin Chicken dan Bubble Milk Tea.
Seminggu sebelumnya, kelas kami dibagi menjadi beberapa seksi, seperti seksi masak, seksi dokumentasi, seksi dekorasi, seksi perlengkapan dan seksi acara. Seperti namanya, seksi masak bertugas untuk memasak, seksi dokumentasi mendokumentasikan kegiatan, seksi dekorasi mendekorasi, dan seksi acara memimpin jalannya pertandingan mahjong. Selain pembagian seksi, kami juga memilih makanan yang akan dibuat, lalu menyusun daftar alat dan bahan yang dibutuhkan beserta sketsa awal stan kelas kami. Semua siswa sangat antusias dalam persiapannya. Barang-barang yang dibeli akan diganti dari kas kelas.
Menjelang hari-H, tepatnya pada malam 24 September, beberapa teman yang tinggal di kos menyiapkan teh susu lebih dulu supaya bisa langsung disajikan keesokan harinya. Prosesnya dilakukan di kosnya Edsel, selaku PIC masak bagian minuman. Pertama ia menyangrai daun tehnya terlebih dahulu, baru kemudian memasukkan gula dan susu untuk membuat teh susunya. Bobanya dimasak pada hari-H agar tidak rusak.

jam pelajaran ketiga dan keempat adalah Bahasa Mandarin. Kami merasa persiapan kami sangatlah kurang jika baru dimulai ketika jam pelajaran mandarin, sehingga kami mencoba untuk bernegosiasi kepada guru jam pelajaran 1 dan 2 agar bisa dipakai untuk persiapan acara ini. Untungnya para guru sangatlah baik, sehingga kami diperbolehkan untuk bersiap-siap dengan syarat tidak ramai dan semuanya ikut bekerja sama. Ada yang menyiapkan balon, tongkat, banner, kompor, stiker, dan lain-lain untuk digunakan di stan. Meskipun suasananya ramai, semuanya terasa sangat harmonis.
Bunyi bel menandakan tibanya jam pelajaran ketiga, yang berarti sudah saatnya jam pelajaran Bahasa Mandarin. Seksi perlengkapan mulai mengeluarkan 4 meja untuk dibawa ke area pohon cinta dan memasang tongkat di sisi-sisinya sehingga banner bisa dipasang. Lalu ada yang menyiapkan peralatan masak dengan membawa dua kompor gas dan satu kompor listrik yang digunakan untuk memasak shilin dan milk tea.
Setelah semua persiapan sudah siap, hasilnya sangat memuaskan bagi kami dan setelah itu kami melanjutkan menyiapkan makanan yang akan disajikan kepada guru maupun murid yang berjalan di sekitar stan kami. Guru-guru sangat menyukai stan yang telah kami buat dan dengan makanan yang kami sajikan kepada mereka.
Pertandingan mahjong juga berlangsung dengan seru namun dibalik itu semua, kami sekelas merasa puas melihat kerja keras kami membuahkan hasil. Setelah acara selesai, semua langsung kompak bersih-bersih dan mencicipi shihlin yang telah dimasak teman bareng. Meski melelahkan, suasana hangat dan rasa kebersamaan bikin hari itu jadi salah satu momen paling berkesan di semester ini.


















No responses yet