Dalam kegiatan ujian praktik ini, saya menjadi koordinator music director, kostum, dan make-up artist. Saya berperan sebagai bagian dari tim musik sekaligus penyanyi yang mendukung
jalannya pementasan. Keterlibatan saya dalam bidang musik menuntut pemahaman agar dapat membayangkan alur cerita dan suasana setiap adegan. Melalui peran ini, saya belajar bahwa musik memiliki peran penting dalam membangun suasana dan emosi cerita. Proses penggarapan musik diawali dengan memahami naskah dan karakter tokoh dalam cerita Pater Beek. Saya berusaha mencermati setiap scene dan durasinya untuk menentukan jenis musik dan suasana yang ingin dibangun. Dalam proses tersebut, saya ikut berdiskusi dengan rekan satu tim mengenai pemilihan lagu, nada dasar, dinamika, kapan dimulainya lagu tersebut, volume, dan lain-lain. Saya juga membuat partitur lagu berjudul “Payung Fantasi” yang merupakan lagu flashmob. Saya membuat partitur agar dapat mempermudah dalam latihan paduan suara.
Latihan paduan suara dilakukan secara intensif di berbagai tempat, baik secara kelompok maupun mandiri. Saya mengirimkan audio setiap suara, mulai dari sopran, alto, tenor, dan bass. Saya berlatih menyesuaikan vokal dengan musik pengiring serta menyatukan suara dengan penyanyi lainnya. Dalam proses latihan, saya awalnya sedikit merasa kesulitan untuk melatih anggota penyanyi yang lainnya, karena saya kurang pengalaman dalam melatih paduan suara. Namun, berkat kontribusi dan kerjasama yang baik, dalam waktu tidak sampai tiga jam, kami sudah hafal dan dapat menyanyikan dengan baik, walaupun saat keempat suara digabung sedikit ada kebingungan dan beberapa kesalahan. Setelah selesai menghafalkan nadanya, langkah selanjutnya adalah memaknai setiap kata dan berlatih dinamika dari lirik lagu tersebut. Saya dan teman saya juga membuat choreo untuk mengisi interlude lagu. Saya mendorong penyanyi yang lain untuk terus berlatih, agar lagu yang dinyanyikan sudah menjadi muscle memory.
Saya juga berkontribusi dalam kostum dan make-up artist. Dalam sie kostum, saya membantu dalam peminjaman kostum tentara jepang dan kostum untuk penyanyi. Saya juga mencarikan aksesoris-aksesoris tambahan, seperti rompi untuk aparat, peci, lencana, dan lain sebagainya. Menjadi sie kostum tidak mudah karena harus meminimalkan uang yang keluar dengan berbagai macam kostum yang diperlukan. Dibutuhkan kreativitas dalam mengombinasikan kostum yang akan dipakai, baik itu sewa, beli, maupun membuat sendiri. Banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan dalam menjadi sie kostum, terutama proses menyewa kostum dengan vendor. Terdapat beberapa vendor yang memiliki syarat dan ketentuan yang kurang jelas, metode pembayaran yang cukup menyulitkan, admin yang slow respon, dan lain sebagainya. Pengalaman ini membuat saya belajar mengenai kesabaran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketepatan waktu. Dalam sie make-up artist, tidak terlalu banyak hal yang dibutuhkan, karena mayoritas tokohnya adalah laki-laki.
Jacklyn Eugenia Alim_XII-A4_13

















No responses yet