Artikel BTS UPRAK Gabriella Stella T (XII-A4/11)

Latest Comments

No comments to show.

Selama persiapan dan pementasan drama Pater Beek, saya menjalani peran saya sebagai koordinator sie kostum telah memberikan saya banyak pengalaman serta pembelajaran selama menjalaninya. Tanggung jawab untuk memastikan kostum yang dipakai sesuai dengan tema dan karakter yang ditampilkan. Proses ini menuntut ketelitian saya dalam memilih, mengatur, dan menyesuaikan kostum agar tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mendukung jalannya cerita. Dari sini saya belajar pentingnya komunikasi dan koordinasi antar anggota, karena setiap detail kecil bisa mempengaruhi kesan keseluruhan pementasan.

Selain itu, peran saya dalam sie dekorasi dan makeup juga menjadi ruang belajar yang berharga. Dari dekorasi, saya memahami bagaimana detail tata ruang dapat mengubah suasana panggung dan mendukung cerita yang dibawakan, serta selama prosesnya saya belajar untuk lebih kreatif dan lebih out of the box , sehingga semua properti yang digunakan dalam pementasan dapat membantu mendukung suasana setiap scene dalam drama. Sementara dari makeup, saya belajar bahwa riasan bukan sekadar mempercantik wajah, tetapi juga membentuk karakter dan memperkuat ekspresi tiap aktor, ada yang di rias agar terlihat lebih tua maupun sebaliknya, sehingga lebih mendukung latar waktu dari drama.

 

 

 

 

 

 

Kedua pengalaman ini melatih ketelitian, kesabaran, serta kemampuan bekerja sama dengan anggota per sie. Tidak ada peran yang lebih besar atau kecil, sehingga semua saling melengkapi untuk menciptakan pertunjukan yang utuh. Selain itu saya menjadi lebih peka terhadap pentingnya detail kecil yang sering kali menentukan keberhasilan sebuah pementasan. Melalui proses ini, saya merasa terus berkembang, baik dalam keterampilan teknis maupun dalam kemampuan beradaptasi dengan berbagai situasi di balik layar.

Pengalaman yang paling berkesan bagi saya adalah saat tampil sebagai pendemo dan penari. Saat menjadi pendemo, saya harus benar-benar menyalurkan energi lewat suara dan gerakan tubuh, sehingga suasana terasa lebih hidup dan penuh semangat. Walaupun sederhana, peran ini membuat saya belajar bagaimana ekspresi dan bahasa tubuh bisa mempengaruhi jalannya pementasan.

Sebagai penari, tantangannya berbeda. Saya harus berlatih gerakan berulang kali agar kompak dengan teman-teman dan sesuai dengan irama musik. Rasanya menyenangkan ketika akhirnya bisa tampil bersama dengan formasi yang rapi, karena di situ terlihat hasil kerja keras latihan. Dari kedua peran ini, saya merasa lebih percaya diri dan sadar bahwa melalui gerak tubuh bisa menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pesan kepada audiens.

TAGS

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *